Produk makanan Amerika mendapatkan daya tarik di luar negeri bukanlah hal yang aneh, namun popularitas Philadelphia Cream Cheese di Italia merupakan tren yang aneh dan patut diperhatikan. Meskipun tradisi kuliner kaya yang berpusat pada bahan-bahan lokal yang segar, orang Italia semakin banyak mengisi lemari es mereka dengan makanan pokok Amerika ini.
Penyebaran Favorit Asing
Prevalensi Keju Krim Philadelphia di seluruh Italia pertama kali diketahui oleh para penggemar makanan dan wisatawan, yang mendokumentasikan tumpukan produk tersebut di toko kelontong dari Bologna hingga Roma. Penduduk setempat mengonfirmasi bahwa merek tersebut tersedia secara luas dan dibeli secara aktif, meskipun negara tersebut memiliki preferensi yang kuat terhadap produk susu regional.
Mengapa Filadelfia?
Alasan dibalik fenomena ini bermacam-macam. Banyak orang Italia menyebutkan manfaat kesehatan yang dirasakan dari produk tersebut, terutama kandungan lemaknya yang lebih rendah dibandingkan dengan produk tradisional seperti mascarpone. Daya tarik ini sejalan dengan semakin populernya diet rendah karbohidrat dan keto, di mana krim keju adalah bahan yang mudah digunakan. Faktor kunci lainnya adalah rasa salmon asap Philadelphia, yang telah menjadi tambahan populer pada hidangan pasta, terutama di kalangan mereka yang tumbuh dengan iklan Amerika.
Pasta con Filadelfia: Hidangan Fusion
Salah satu resep yang menarik perhatian adalah “pasta con Filadelfia”, hidangan fusion yang sederhana namun efektif. Persiapannya melibatkan merebus pasta potong pendek (fusilloni, ziti, cavatappi, atau rigatoni) dan menaburkannya dengan keju krim Philadelphia yang meleleh, salmon asap yang dipotong dadu, lada hitam, dan adas segar. Hidangan ini mewakili perpaduan budaya yang menyoroti bagaimana tren pangan global dapat membentuk kembali preferensi lokal.
Keberhasilan Philadelphia di Italia menggarisbawahi tren makanan cepat saji Amerika yang menyusup ke pasar yang terkenal dengan tradisi kulinernya. Meskipun alasan pastinya masih beragam, fenomena ini menunjukkan semakin terbukanya terhadap cita rasa asing dan kemauan untuk menyesuaikan kebiasaan makan agar sesuai dengan gaya hidup modern.































