Pada usia 21, kehidupan Tamron Little berkisar pada menyelesaikan kuliah dan memulai sebuah keluarga. Pengumuman kehamilan dengan cepat berubah menjadi diagnosis yang mengubah hidup: mesothelioma peritoneal, kanker agresif dan langka yang biasanya menyerang pria lanjut usia yang terpapar asbes. Dokter awalnya memberi waktu kurang dari 18 bulan untuk hidup. Ini adalah kisahnya tentang bertahan hidup, ketahanan, dan melawan rintangan.
Зміст
Diagnosis Tak Terduga
Perjalanan Si Kecil diawali dari kelelahan saat hamil pertamanya. Hasil USG menunjukkan adanya tumor, awalnya dianggap sebagai fibroid biasa. Namun penyakit ini terus berkembang, mengarah pada operasi yang mengkonfirmasi kebenaran yang menghancurkan: mesothelioma peritoneal stadium III. Rumah sakit mempersiapkan keluarganya untuk menghadapi kemungkinan terburuk, dan dokter onkologi pertamanya hanya memberikan sedikit harapan, dan pada dasarnya menganggapnya sebagai orang yang sia-sia.
Berjuang untuk Pendapat Kedua
Menolak menerima prognosis yang fatal, Little mengambil alih perawatannya. Dia melakukan penelitian tanpa henti, namun hanya menemukan sedikit spesialis yang memahami penyakit ini. Ahli onkologi awalnya mengakui tidak ada lagi yang bisa dia lakukan, tapi Little menolaknya. Dia menolak menerima perawatan paliatif dan berjanji untuk menemukan rencana pengobatan, meskipun hal itu bertentangan dengan nasihat medis.
Bedah Terobosan
Daftar doa di tempat kerja ibunya mengarah pada hubungan yang penting: seorang dokter yang berspesialisasi dalam HIPEC (Hyperthermic Intraperitoneal Chemotherapy), sebuah operasi yang hanya dilakukan oleh dua spesialis di negara tersebut pada saat itu. Prosedurnya melibatkan pengangkatan semua tumor yang terlihat dan mengalirkan kemoterapi panas langsung ke perutnya. Itu berisiko, tapi Little tidak ragu-ragu. Ahli onkologi tersebut memperingatkan tentang penyakit ginjal dan keguguran di masa depan, namun dia rela mengorbankan apa pun demi kesempatan untuk hidup.
Pemulihan dan Keajaiban Tak Terduga
Operasi yang memakan waktu 12 jam itu sangat melelahkan, namun Little pulih dengan dukungan penuh dari keluarganya. Pemindaian tidak menunjukkan adanya kanker yang tersisa, sehingga bertentangan dengan prognosis awal. Dua tahun berlalu, lalu tiga tahun, tanpa terulang kembali. Yang mengherankan, dia hamil lagi, mengejutkan ahli onkologi yang sebelumnya mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan pernah bisa memiliki anak lagi.
Keajaiban Hidup
Selama dekade berikutnya, Little terus menerus melawan rintangan, melahirkan tiga anak lagi namun tetap bebas kanker. Delapan belas tahun setelah operasi, putra sulungnya kini sudah masuk perguruan tinggi, dan dia terus berkembang. Para dokter kini menjulukinya sebagai “pasien ajaib”, sebuah bukti ketahanan dan kekuatan dalam memperjuangkan kesehatannya sendiri.
Pelajaran yang Dipetik
Pengalaman Little menggarisbawahi pentingnya advokasi terhadap pasien. Dia belajar mempertanyakan dokter, meminta pendapat kedua, dan menolak menerima kekalahan. Dia juga menemukan kekuatan iman, keluarga, dan ketekunan. Kisahnya menjadi secercah harapan bagi orang lain yang menghadapi diagnosis kanker, membuktikan bahwa statistik tidak selalu menentukan hasil akhir.
Saat ini, Tamron Little adalah seorang penulis, pembicara, dan advokat, berbagi kisahnya melalui buku, podcast, dan media sosial untuk memberdayakan orang lain yang menghadapi perjuangan serupa. Dia adalah bukti nyata bahwa bahkan dalam menghadapi diagnosis terminal, kesuksesan tidak hanya mungkin terjadi tetapi juga tidak bisa dihindari jika Anda menolak untuk menyerah.





























