Nama paling terkenal yang melekat dalam kehidupan pribadi Karl Lagerfeld adalah Jacques de Bascher. Bangsawan dan sosialita Prancis bukan hanya sekedar teman kencan. Mereka bertemu di sebuah klub pada tahun 1972. Lagerfeld mendukung de Bascher secara finansial selama hampir dua dekade. Pengaturan ini berlangsung hingga tahun 1989. De Bascher meninggal karena penyakit terkait AIDS pada tahun itu.
Sejarah menggambarkannya sebagai sebuah romansa. Lagerfeld menceritakan kisah berbeda. Dalam biografi de Bascher, sang desainer menyatakan bahwa ikatan itu bersifat platonis. Ia mengaku tidak ada keintiman fisik.
“Saya sangat mencintai anak laki-laki itu tetapi saya tidak melakukan kontak fisik dengannya.”
Kutipan ini mengubah cara kita memandang dinamikanya. Itu bukanlah kisah pasangan berkuasa pada umumnya. Itu adalah sistem pendukung yang kompleks dan berjangka panjang. Sifat hubungan mereka masih diperdebatkan. Beberapa orang melihat cinta yang mendalam. Yang lain melihat kepedulian seorang pelindung. Kebenarannya mungkin ada di antara keduanya.
Apa artinya ini bagi hubungan modern? Ini menunjukkan cinta tidak selalu sesuai dengan sebuah kotak. Dukungan finansial bisa menjadi tindakan pengabdian. Hubungan emosional bisa terjalin tanpa kontak fisik. Kisah mereka menantang definisi kita tentang kemitraan.
Apakah itu romansa? Apakah itu sesuatu yang lain? Kita mungkin tidak pernah tahu pasti. Yang kami miliki hanyalah kata-kata Lagerfeld dan tahun-tahun yang mereka lalui. Ini adalah pengingat bahwa sejarah sering kali tidak lengkap. Dan tidak apa-apa.


































